general-access-point

Koneksi WiFi sudah menjadi bagian penting dalam aktivitas sehari-hari, terutama di kantor, sekolah, hotel, area komersial, hingga lingkungan industri. Namun, koneksi WiFi yang stabil tidak hanya bergantung pada kecepatan internet. Infrastruktur jaringan yang digunakan juga memiliki peran penting.

Salah satu perangkat yang banyak digunakan dalam membangun jaringan wireless adalah access point.

Lalu, apa itu access point? Apa fungsi access point dalam jaringan? Bagaimana cara kerjanya, dan bagaimana cara memilih access point yang sesuai dengan kebutuhan?

Artikel ini akan membahasnya secara lengkap dengan bahasa sederhana.

Apa Itu Access Point?

Access point adalah perangkat jaringan yang memungkinkan perangkat seperti laptop, smartphone, tablet, atau perangkat IoT terhubung ke jaringan melalui koneksi WiFi.

Secara sederhana, access point dapat menjadi penghubung antara perangkat wireless dengan jaringan kabel.

Misalnya, sebuah kantor memiliki jaringan yang terhubung melalui kabel Ethernet. Access point dapat digunakan untuk menyediakan akses WiFi sehingga karyawan dapat terhubung ke jaringan tanpa harus menggunakan kabel langsung ke laptop mereka.

Access point berbeda dengan router. Router berfungsi mengatur lalu lintas jaringan dan menghubungkan jaringan lokal dengan jaringan lain, termasuk internet. Sementara itu, access point lebih berfokus pada menyediakan koneksi wireless ke jaringan.

Dalam jaringan yang lebih besar, beberapa access point dapat digunakan secara bersamaan untuk memberikan cakupan WiFi di area yang lebih luas.

Fungsi Access Point

Access point memiliki beberapa fungsi utama dalam sebuah jaringan.

1. Menyediakan Koneksi WiFi

Fungsi paling dasar dari access point adalah menyediakan jaringan wireless.

Perangkat seperti laptop, smartphone, tablet, dan perangkat lainnya dapat terhubung ke jaringan melalui WiFi yang dipancarkan access point.

2. Memperluas Cakupan Jaringan

Access point dapat digunakan untuk menyediakan koneksi WiFi di area yang lebih luas.

Dalam gedung atau kantor dengan banyak ruangan, satu access point mungkin tidak cukup untuk memberikan cakupan yang optimal. Beberapa access point dapat ditempatkan di lokasi yang berbeda sesuai dengan kebutuhan area.

3. Menghubungkan Perangkat Wireless ke Jaringan Kabel

Access point biasanya terhubung ke infrastruktur jaringan menggunakan kabel Ethernet.

Setelah terhubung, access point menyediakan koneksi wireless sehingga perangkat pengguna dapat mengakses jaringan tanpa membutuhkan kabel langsung.

4. Mendukung Banyak Pengguna

Access point untuk lingkungan bisnis dirancang untuk menangani banyak perangkat yang terhubung secara bersamaan.

Hal ini penting untuk kantor, sekolah, hotel, ruang meeting, dan area publik yang memiliki banyak pengguna WiFi.

5. Mendukung Pengelolaan Jaringan

Beberapa access point memiliki fitur seperti access control, bandwidth control, QoS, band steering, hingga cloud management.

Fitur tersebut dapat membantu administrator mengatur dan mengelola koneksi wireless sesuai kebutuhan jaringan.

Bagaimana Cara Kerja Access Point?

Cara kerja access point sebenarnya cukup sederhana.

Secara umum, alurnya dapat digambarkan seperti berikut:

Internet → Router → Network Switch → Access Point → Perangkat WiFi

Router dan switch menjadi bagian dari infrastruktur jaringan kabel. Access point kemudian menyediakan akses wireless bagi perangkat pengguna.

Contohnya, ketika laptop terhubung ke WiFi kantor, laptop akan berkomunikasi secara wireless dengan access point. Access point kemudian meneruskan komunikasi tersebut ke jaringan melalui koneksi Ethernet.

Jika pengguna berpindah ke area lain yang memiliki access point berbeda, jaringan dapat dirancang agar perangkat tetap mendapatkan koneksi wireless sesuai konfigurasi jaringan.

Jenis-Jenis Access Point

Access point dapat dibedakan berdasarkan teknologi, penggunaan, dan lingkungan pemasangannya.

1. Indoor Access Point

Indoor access point dirancang untuk digunakan di dalam ruangan seperti:

  • Kantor
  • Sekolah
  • Hotel
  • Ruang meeting
  • Toko
  • Gedung komersial

Model indoor biasanya memiliki desain yang lebih ringkas dan dapat dipasang di plafon atau dinding.

Salah satu contoh produk Gigantika adalah TRENDnet TEW-921DAP, yaitu AX1800 Dual Band WiFi 6 PoE+ Access Point. Produk ini mendukung OFDMA dan MU-MIMO serta memiliki mode Access Point, Client Bridge, WDS, dan Repeater.

2. Outdoor Access Point

Outdoor access point dirancang untuk area luar ruangan.

Contoh penggunaannya antara lain:

  • Area parkir
  • Gudang
  • Area kampus
  • Area industri
  • Resort
  • Area outdoor perusahaan

Gigantika menyediakan TRENDnet TEW-940APBO, yaitu WiFi 6 AX1200 Outdoor Directional PoE Access Point, serta TEW-941APBO, yaitu WiFi 6 AX1800 Outdoor PoE+ Omni-Directional Access Point.

Perbedaan directional dan omni-directional akan menentukan bagaimana sinyal wireless disebarkan dan cocok untuk kebutuhan area yang berbeda.

3. WiFi 5 Access Point

WiFi 5 menggunakan standar 802.11ac dan masih dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan jaringan wireless.

Gigantika menyediakan beberapa access point berbasis WiFi 5, termasuk TRENDnet TEW-821DAP AC1200 Dual Band PoE Indoor Wireless Access Point dan TEW-826DAP AC2200 Tri-Band PoE+ Indoor Wireless Access Point.

4. WiFi 6 Access Point

WiFi 6 atau 802.11ax merupakan generasi WiFi yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi jaringan, terutama ketika banyak perangkat terhubung secara bersamaan.

Teknologi seperti OFDMA dan MU-MIMO membantu meningkatkan efisiensi komunikasi dalam lingkungan dengan banyak perangkat.

Di katalog Gigantika terdapat beberapa pilihan WiFi 6 seperti:

  • TEW-921DAP – AX1800
  • TEW-923DAP – AX3000
  • TEW-925DAP – AX5400
  • TEW-940APBO – AX1200 Outdoor Directional
  • TEW-941APBO – AX1800 Outdoor Omni-Directional

Ketersediaan model tersebut tercantum pada kategori Access Point Gigantika.

Access Point vs Router, Apa Bedanya?

Access point dan router sering dianggap sebagai perangkat yang sama karena keduanya dapat berhubungan dengan jaringan WiFi. Padahal, fungsi utamanya berbeda.

Access PointRouter
Menyediakan akses wirelessMengatur lalu lintas antarjaringan
Menghubungkan perangkat wireless ke jaringanMenghubungkan jaringan yang berbeda
Biasanya terhubung ke switch atau routerBiasanya menjadi gateway jaringan
Cocok untuk memperluas akses WiFiDigunakan untuk routing dan koneksi jaringan

Dalam jaringan perusahaan, keduanya bahkan dapat digunakan secara bersamaan.

Contohnya:

Internet → Router → Switch → Access Point → Laptop / Smartphone

Dengan konfigurasi seperti ini, router menangani fungsi routing sementara access point menyediakan koneksi wireless.

Apa Itu PoE pada Access Point?

Beberapa access point mendukung Power over Ethernet atau PoE.

PoE memungkinkan daya dan data dikirim melalui satu kabel Ethernet yang kompatibel.

Tanpa PoE, instalasi access point biasanya membutuhkan kabel jaringan sekaligus sumber listrik terpisah.

Dengan PoE, instalasi dapat menjadi lebih sederhana, terutama ketika access point dipasang di plafon atau lokasi yang jauh dari stopkontak.

Banyak access point Gigantika mendukung PoE atau PoE+, termasuk TEW-921DAP, TEW-923DAP, dan TEW-925DAP.

Sebagai contoh, TEW-925DAP memiliki satu port 2.5GBASE-T PoE+ LAN dan mendukung WiFi 6 AX5400 Dual Band. Produk ini menawarkan hingga 4.804 Mbps pada band 5 GHz dan hingga 573 Mbps pada band 2.4 GHz secara teoritis.

Bagaimana Cara Memilih Access Point?

Tidak semua access point cocok untuk kebutuhan yang sama. Sebelum memilih perangkat, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

1. Tentukan Area Penggunaan

Pertama, tentukan apakah access point akan digunakan di dalam atau luar ruangan.

Untuk kantor dan ruangan tertutup, indoor access point biasanya menjadi pilihan.

Untuk area parkir, gudang, atau lingkungan outdoor, pertimbangkan access point yang memang dirancang untuk penggunaan luar ruangan.

2. Perhatikan Jumlah Pengguna

Jumlah perangkat yang akan terhubung menjadi salah satu pertimbangan penting.

Kantor dengan puluhan hingga ratusan perangkat membutuhkan perencanaan jaringan yang berbeda dibandingkan rumah atau ruangan kecil.

Jangan hanya melihat angka kecepatan maksimum. Perhatikan juga kemampuan access point dalam menangani banyak client dan fitur manajemen jaringan.

3. Pilih Standar WiFi yang Sesuai

Perhatikan generasi WiFi yang digunakan.

Secara umum:

WiFi 5 → WiFi 6

WiFi 6 menawarkan berbagai peningkatan efisiensi dan kapasitas yang bermanfaat untuk lingkungan dengan banyak perangkat.

Untuk jaringan baru atau kebutuhan bisnis yang membutuhkan kapasitas lebih tinggi, access point WiFi 6 dapat menjadi salah satu pilihan yang perlu dipertimbangkan.

4. Perhatikan Kecepatan dan Port Ethernet

Jangan hanya melihat angka WiFi.

Perhatikan juga port Ethernet yang digunakan oleh access point.

Sebagai contoh, TEW-925DAP memiliki port 2.5GBASE-T PoE+, sementara TEW-921DAP memiliki Gigabit PoE+ LAN.

Pemilihan port perlu disesuaikan dengan kemampuan switch dan infrastruktur jaringan yang digunakan.

5. Pertimbangkan PoE

Jika access point akan dipasang di plafon, dinding, atau lokasi yang sulit mendapatkan sumber listrik, PoE dapat membantu menyederhanakan instalasi.

Pastikan switch atau PoE injector yang digunakan memiliki standar dan kapasitas daya yang sesuai dengan access point.

6. Perhatikan Fitur Keamanan

Keamanan juga penting, terutama untuk jaringan perusahaan.

Beberapa access point modern sudah mendukung fitur keamanan wireless seperti WPA3.

Fitur lain seperti access control, client isolation, captive portal, dan traffic management juga dapat menjadi pertimbangan tergantung kebutuhan jaringan.

7. Pertimbangkan Pengelolaan Jaringan

Untuk perusahaan dengan beberapa access point, pengelolaan perangkat menjadi semakin penting.

Beberapa produk TRENDnet mendukung TRENDnet Hive, yaitu cloud management untuk melakukan pengelolaan access point secara remote.

Dengan pengelolaan terpusat, administrator dapat lebih mudah memantau dan mengatur perangkat dibandingkan harus melakukan konfigurasi satu per satu.

Access Point untuk Kebutuhan Bisnis

Untuk bisnis, pemilihan access point sebaiknya tidak hanya berdasarkan kecepatan WiFi.

Ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan secara bersamaan:

  • Jumlah pengguna
  • Jumlah perangkat
  • Luas area
  • Struktur bangunan
  • Jumlah access point
  • Kapasitas jaringan kabel
  • PoE
  • Keamanan
  • Manajemen jaringan
  • Kebutuhan indoor atau outdoor
  • Kemungkinan pengembangan jaringan di masa depan

Sebagai contoh, kantor dengan banyak pengguna dapat mempertimbangkan access point WiFi 6 seperti TEW-923DAP atau TEW-925DAP. Sementara untuk kebutuhan outdoor, TEW-940APBO dan TEW-941APBO dapat dipertimbangkan berdasarkan karakteristik area dan pola coverage yang dibutuhkan.

FAQ

Apakah access point sama dengan router?

Tidak. Router berfungsi mengatur lalu lintas antarjaringan, sedangkan access point menyediakan akses wireless ke jaringan. Keduanya dapat digunakan bersama dalam satu jaringan.

Apakah access point membutuhkan kabel?

Umumnya access point terhubung ke jaringan menggunakan kabel Ethernet. Jika mendukung PoE, kabel Ethernet yang sama juga dapat digunakan untuk menyalurkan daya.

Apakah satu access point cukup untuk satu kantor?

Belum tentu. Kebutuhan jumlah access point bergantung pada luas area, struktur bangunan, jumlah pengguna, jumlah perangkat, dan kondisi lingkungan wireless.

Apa perbedaan access point indoor dan outdoor?

Access point indoor dirancang untuk lingkungan dalam ruangan, sedangkan access point outdoor dirancang untuk penggunaan di luar ruangan dan kondisi pemasangan yang berbeda.

Apakah WiFi 6 lebih baik untuk kantor?

WiFi 6 memiliki teknologi seperti OFDMA dan MU-MIMO yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi jaringan, terutama ketika banyak perangkat menggunakan jaringan secara bersamaan. Namun, pilihan perangkat tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan infrastruktur jaringan.

Scroll to Top